• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres Hulu Sungai Tengah, Pada saat pengamanan di kegiatan musik di stadion Murakata Barabai telah tertangkap satu orang remaja yang membawa senjata tajam, Sabtu (31/3/2018) sekitar jam 22.30 wita.

Pelaku berinisial FR (17) warga Desa Banua Hanyar Rt. 07/03 Kec. Pandawan Kab. Hulu Sungai Tengah. FR ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Pada saat pengamanan kegiatan musik di stadion Murakata tadi malam, berhasil ditangkap satu orang remaja yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan penangkapan ini dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana.

Penangkapan pelaku bermula saat petugas pengamana dari Polres HST dan Kodim 1002 / Barabai sedang melaksanakan pengamanan kegiatan musik di Stadion Murakata. Tidak lama kemudian petugas mendapat informasi bahwa ada sekelompok remaja yang akan berkelahi.

Menanggapi hal tersebut, petugas pengamanan segera menuju ke tempat gerombolan remaja tersebut. Ketika petugas tiba ditempat tersebut, sekelompok remaja langsung membubarkan diri. Namun petugas menemukan ada satu orang remaja yang dalam keadaan mabuk alkohol. Petugas pun segera memeriksa dan menggeledah badan remaja tersebut.

Hasil dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan satu bilah enjata tajam jenis pisau penusuk di pinggang sebelah kanan. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti senjata tajam dibawa ke Polres Hulu Sungai Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk dengan panjang besi 11,9 cm, lebar besi 1,8 cm, hulu terbuat dari kayu warna cokelat dengan panjang 7 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kayu warna cokelat dengan panjang 13,6 cm” jelas Sabana.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) UU. Darurat No. 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres HST, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.