• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

MEKANISME PEMBUATAN SIM BARU

A.    Prosedur Penerbitan SIM
a.   Pendaftaran
1.

 

 

Pemohon datang ke pelayanan Penerbitan SIM untuk mengisi formulir pendaftaran dengan menggunakan huruf cetak

Pemohon Surat Izin Mengemudi melampirkan :

a)     KTP Asli yang sah dan masih berlaku;

b)     Surat Keterangan Dokter Umum / Polri tentang Kesehatan Jasmani dan Rohani untuk memohon Surat Izin Mengemudi ( SIM );

c)     Bukti pembayaran Administrasi SIM sesuai PNBP dan jenis golongan SIM ( dilaksanakan di kantor BRI yang berada di Satpas ).

2. Berkas permohonan diajukan ke loket pendaftaran yang berada pada unit pelayanan SIM;
3. Berkas permohonan diajukan ke loket pendaftaran yang berada pada unit pelayanan SIM.
b.  Uji Teori SIM
1. Uji Teori meliputi tentang :

a)     Pengetahuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan;

b)     Keterampilan mengemudi;

c)     Etika berlalu lintas;

d)     Pengetahuan teknik ranmor;

e)     Pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas.

2. Soal ujian teori menggunakan system online dengan tujuan dan memberikan kemudahan bagi pemohon SIM khususnya akuntablitas, transparansi dan durasi waktu dan hasil ujian langsung terlihat dimonitor.
3. Soal-soal ujian teori dikelompokkan menurut golongan SIM yang masing-masing terdiri dari 30 soal dengan target waktu 20 menit.
4. Apabila pemohon dapat mengerjakan dengan hasil nilai 21, maka dianggap lulus ujian teori.
5. Bagi pemohon yang dinyatakan lulus dapat mengikuti ujian praktek berikutnya, sedangkan pemohon yang tidak lulus diberikan kesempatan untuk mengulang dalam tenggang waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak dinyatakan tidak lulus, tanpa mengajukan permohonan baru, apabila tidak lulus lagi dapat mengikuti ujian ulang setelah 14 (empat belas) hari kerja sejak dinyatakan tidak lulus, tanpa mengajukan permohonan baru.
6. Bagi pemohon SIM yang dinyatakan lulus, dapat mengikuti ujian praktek berikutnya.
7. Tata Cara Uji Teori
  a)     Persiapan

1)     Menyiapkan ruangan ujian teori sesuai kebutuhan;

2)     Menyiapkan dan menyusun daftar buku peserta ujian sekaligus sebagai absensi yang dicocokkan dengan identitas dari Kartu Tanda Penduduk (KTP);

3)     Menyiapkan petugas pengawas ujian dan petugas penerangan tentang Tata cara pelaksanaan ujian teori secara online

  b)     Pelaksanaan

1)     Petugas khusus yang ditunjuk memiliki kualifikasi penguji teori SIM dan mampu memberikan penjelasan singkat kepada para pemohon SIM tentang Tata cara pelaksanaan ujian teori SIM;

2)     Petugas pengawas ujian teori mengadakan penyelesaian pelaksanaan ujian teori sebagai berikut :

·           Setiap seri terdiri dari 30 (tiga puluh) soal dengan target waktu yang disediakan 20 (dua puluh) menit;

·           Pemohon SIM dianggap lulus ujian teori, apabila dapat menjawab dengan hasil nilai 21;

·           Hasil ujian langsung diumumkan setelah selesai melaksanakan ujian teori SIM;

·           Bagi pemohon SIM yang dinyatakan tidak lulus, dapat mengikuti ujian ulang dalam tenggang waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak dinyatakan tidak lulus, tanpa mengajukan permohonan baru;

·           Peserta ujian ulang yang tidak lulus dapat mengikuti ujian ulang setelah 14 (empat belas) hari kerja sejak dinyatakan tidak lulus, tanpa mengajukan permohonan baru.

·           Bagi pemohon SIM yang dinyatakan lulus, dapat mengikuti ujian praktek berikutnya.

  c)     Evaluasi

1)     Petugas Penguji mengumpulkan berkas dari peserta SIM yang mengikuti Ujian Teori;

2)     Pelaksanaan ujian teori menggunakan sistem online;

3)     Klasifikasi Penilaian

·           Peserta ujian teori SIM, dapat dinyatakan lulus, apabila pemohon dapat menjawab dengan haisl nilai 21 dari 30 (tiga puluh) soal dengan waktu 20 (dua puluh)  menit;

·           Hasil ujian langsung tertera di layar monitor;

·           Pemohon SIM yang tidak lulus ujian dapat mengikuti ujian ulang dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak dinyatakan tidak lulus, tanpa mengajukan permohonan baru;

·           Peserta ujian ulang yang tidak lulus dapat mengikuti ujian ulang setelah 14 (empat belas) hari kerja sejak dinyatakan tidak lulus, tanpa mengajukan permohonan baru;

·           Bagi peserta ujian teori SIM, yang dinyatakan lulus teori dapat melanjutkan ujian praktek;

·           Pisahkan berkas soal-soal ujian teori antara lulus dan tidak lulus;

·           Susun yang tidak lulus dan yang lulus sesuai nomor urut (catat dalam Buku Register Formulir Permohonan SIM);

·           Tulis jadwal berikutnya untuk yang melanjutkan ujian praktek dan ujian mengulang.

 

4)     Hal-hal yang perlu diperhatikan

·           enguji dalam menyelenggarakan ujian untuk mendapatkan SIM, harus memenuhi persyaratan :

(1)       Memiliki SIM dari golongan yang sama dengan golongan SIM yang dimohon oleh calon pengemudi sekurang-kurangnya  3 (tiga) tahun  dan 2 tahun secara terus menerus mengemudikan  kendaraan bermotor sesuai golongan SIM yang dimiliki;

(2)       Mempunyai pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Lanjutan Tingkat  Atas;

(3)       Diangkat sebagai penguji oleh Pejabat yang berwenang.

·           TataCara Ujian Teori SIM

(1)       Pelaksanaan ujian teori menggunakan system online;

(2)       Perhatikan bagi kepentingan peserta ujian teori, harus senantiasa melihat pengumuman yang dinyatakan lulus dan tidak lulus, baik di papan pengumuman maupun dilayar monitor;

(3)       Soal ujian teori dari Direktorat Lalu Lintas Polri bersifat online.

c.   Uji Praktek SIM
1. Tata cara pelaksanaan ujian praktek
  a)     Menyiapkan dan menyusun lembar ujian / penilaian praktek;

b)     Menyiapkan ujian praktik berikut sarananya;

c)     Menyiapkan kendaraan untuk ujian praktik masing-masing golongan SIM;

d)     Menyiapkan petugas penguji dan administrasi ujian praktek.

2. Setiap peserta uji wajib mengikuti 2 (dua) tingkatan Ujian Praktek :

a)        Ujian Praktik I;

b)        Ujian Praktik II

3. Persiapan pelaksanaan Ujian Praktik, petugas memberitahukan kepada peserta uji mengenai kegiatan persiapan (drill cockpit), untuk :

a)        Ranmor roda empat meliputi :

·                Pengecekan bagian luar bodi Ranmor;

·                Ban maupun badan cadangan (serep);

·                Ruang mesin dan ruang kabin termasuk posisi tempat duduk;

·                Tangan memegang kemudi;

·                Posisi rem tangan;

·                Transimisi netral;

·                Kaca spion luar dan dalam;

·                Semua pintu tertutup;

·                Sabuk pengaman;

·                Lampu;

·                Kontak kontrol instrument;

·                Menjalankan Ranmor;

·                Berhenti;

·                Keluar membuka pintu dengan tangan kanan memegang handel dan melihat kaca spion untuk meyakinkan keselamatan.

b)        Ranmor roda dua meliputi :

·                Pengecekan fungsi kemudi;

·                Fungsi rem tangan dan kaki;

·                Fungsi transmisi;

·                Fungsi kopling;

·                Oli mesin dan rem;

·                Sistem pengapian listrik/busi;

·                Kaca spion. Lampu;

·                Bahan bakar;

·                Kondisi ban depan dan belakang;

·                Tekanan angin pada ban;

·                Klakson;

4. Materi Ujian Praktek I
  a)        Untuk peserta uji Ranmor roda empat, meliputi :

·                Uji menjalankan Ranmor maju dan mundur pada jalur sempit;

·                Uji Slalom/ZigZag maju dan mundur;

·                Uji parkir paralel dan parkir seri;

·                Uji mengemudikan Ranmor  berhenti di tanjakan dan turunan.

  a)         Untuk peserta uji Roda dua meliputi :

·                Uji pengereman / keseimbangan;

·                Uji slalom (zig zag);

·                Uji membentuk angka delapan;

·                Uji reaksi rem menghindar;

·                Uji berbalik arah membentuk huruf U (U-Turn).

5. Materi Ujian Praktik I, untuk peserta uji SIM D setara dengan :

a)        SIM A yang harus diujikan meliputi :

·                Uji menjalankan Ranmor maju dan mundur pada jalur sempit;

·                Uji parkir paralel dan parkir seri;

·                Uji mengemudikan Ranmor  berhenti di tanjakan dan turunan.

b)        SIM C yang harus diujikan meliputi :

·                Uji pengereman/keseimbangan;

·                Uji slalom (zig zag);

·                Uji reaksi rem menghindar.

 

6. Materi Ujian Praktik II

a)        Untuk peserta uji SIM A, BI dan BII, meliputi :

·                Mengemudikan Ranmor dengan sempurna di jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri serta cara melewati persimpangan atau mix traffic;

·                Tetap mengemudikan Ranmor di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat;

·                Mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar;

·                Berhenti di tempat yang telah ditentukan;

·                Memarkir Ranmor dengan cepat dan tepat di tempat yang benar di bagian jalan yang ramai dan parkir sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar;

·                Memutar ranmor di jalan yang sepi tanpa keluar dari jalur lalu lintas;

·                Ketaatan pada peraturan, rambu lalu lintas, marka jalan dan alat memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain;

·                Menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain;

·                Menggunakan lajur, perpindahan lajur serta merubah arah pada jalan sesuai dengan etika & ketentuan;

·                Melakukan pengamatan umum melalui tindakan pemindaan, pengindetifikasian, prakiraan, keputusan dan pelaksanaan ( scanning, pengidentification, prediction, decision and execution ) pada saat menjalankan kendaraan uji.

b)        Untuk peserta uji SIM A Umum, BI Umum dan BII Umum, meliputi :

·                Semua materi Ujian Praktik II, sebagaimana ditentukan pada ayat (1);

·                Menaikkan dan menurunkan penumpang dan / atau baranng, baik di terminal maupun di tempat tertentu;

·                Tata cara mengangkut orang dan / atau barang :

(1)          Mengisi surat muatan;

(2)          Etika Pengemudi Ranmor Umum;

(3)          Pengoperasian peralatan keamanan.

 

c)         Untuk peserta uji SIM C dan D, meliputi :

·                Mengemudikan Ranmor dengan sempurna di jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri serta cara melewati persimpangan atau mix traffic;

·                Tetap mengemudikan Ranmor di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat;

·                Mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar;

·                Berhenti di tempat yang telah ditentukan;

·                Memarkir Ranmor dengan cepat dan tepat di tempat yang benar di bagian jalan yang ramai dan parkir sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar;

·                Memutar ranmor di jalan yang sepi tanpa keluar dari jalur lalu lintas;

·                Ketaatan pada peraturan, rambu lalu lintas, marka jalan dan alat memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain;

·                Menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain;

·                Menggunakan lajur, perpindahan lajur serta merubah arah pada jalan sesuai dengan etika & ketentuan;

·                Melakuakn pengamatan umum melalui tindakan pemindahan, pengidentifikasian, prakiraan, keputusan dan pelaksanaan (scanning, pengidentification, decesion and execution) pada saat menjalankan kendaraan uji.

7. Materi Ujian Praktik II

a)        Untuk peserta uji SIM A, BI dan BII, meliputi :

·                Mengemudikan Ranmor dengan sempurna di jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri serta cara melewati persimpangan atau mix traffic;

·                Tetap mengemudikan Ranmor di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat;

·                Mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar;

·                Berhenti di tempat yang telah ditentukan;

·                Memarkir Ranmor dengan cepat dan tepat di tempat yang benar di bagian jalan yang ramai dan parkir sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar;

·                Memutar ranmor di jalan yang sepi tanpa keluar dari jalur lalu lintas;

·                Ketaatan pada peraturan, rambu lalu lintas, marka jalan dan alat memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain;

·                Menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain;

·                Menggunakan lajur, perpindahan lajur serta merubah arah pada jalan sesuai dengan etika & ketentuan;

·                Melakukan pengamatan umum melalui tindakan pemindaan, pengindetifikasian, prakiraan, keputusan dan pelaksanaan ( scanning, pengidentification, prediction, decision and execution ) pada saat menjalankan kendaraan uji.

b)        Untuk peserta uji SIM A Umum, BI Umum dan BII Umum, meliputi :

·                Semua materi Ujian Praktik II, sebagaimana ditentukan pada ayat (1);

·                Menaikkan dan menurunkan penumpang dan / atau baranng, baik di terminal maupun di tempat tertentu;

·                Tata cara mengangkut orang dan / atau barang :

(1)   Mengisi surat muatan;

(2)   Etika Pengemudi Ranmor Umum;

(3)   Pengoperasian peralatan keamanan.

c)         Untuk peserta uji SIM C dan D, meliputi :

·                Mengemudikan Ranmor dengan sempurna di jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri serta cara melewati persimpangan atau mix traffic;

·                Tetap mengemudikan Ranmor di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat;

·                Mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar;

·                Berhenti di tempat yang telah ditentukan;

·                Memarkir Ranmor dengan cepat dan tepat di tempat yang benar di bagian jalan yang ramai dan parkir sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar;

·                Memutar ranmor di jalan yang sepi tanpa keluar dari jalur lalu lintas;

·                Ketaatan pada peraturan, rambu lalu lintas, marka jalan dan alat memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain;

·                Menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain;

·                Menggunakan lajur, perpindahan lajur serta merubah arah pada jalan sesuai dengan etika & ketentuan;

·                Melakukan pengamatan umum melalui tindakan pemindahan, pengidentifikasian, prakiraan, keputusan dan pelaksanaan (scanning, pengidentification, decesion and execution) pada saat menjalankan kendaraan uji.

 

 

 

d)        Mekanisme penerbitan SIM-A, SIM-C, SIM-B dan SIM D :

·                Pemohon diberi formulir dan diisi sesuai identitas dan Golongan SIM yang diminta dengan tulisan huruf balok dan melampirkan persyaratan sesuai ketentuan;

·                Petugas menerima formulir berikut kelengkapan persyaratan;

·                Pemohon melaksanakan ujian teori SIM dengan menggunakan ujian teori secara online;

·                Pemohon yang lulus ujian teori langsung mengikuti uji keterampilan melalui ujian praktek, dan bagi yang belum lulus ujian teori maupun praktek diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian teori / praktek kembali;

·                Pemohon membayar biaya pembuatan SIM baru sesuai golongan SIM yang dimohon ke teller BRI / EDC yang ditunjukdengan tarif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis dan tarif atas jenis penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pemohon diberikan kwitansi;

Keterangan :

Untuk biaya pemeriksaan kesehatan (rikkes) diluar tarif biaya PNBP SIM tetapi sebagai persyaratan.

·                Petugas melaksanakan registrasi dan identifikasi data pemilik SIM dengan melakukan entry data ke komputer (Sidik jari, foto dan tandatangan) serta memasukan data ke buku registrasi manual;

·                Penyerahan SIM  dengan sistem antrian (FIFO);

·                Berkas masing-masing pemilik SIM diarsipkan di ruang arsip secara tertib dan teratur serta aman dan mudah ditemukan apabila diperlukan.

d.  Administrasi dan Anggaran
 

 

 

1. Administrasi Operasional masing-masing SIM menggunakan petunjuk yang sudah ditentukan melalui SOP;

2. Dukungan anggaran sarana dan prasarana menggunakan dana PNBP;

  3. Sistem pelaporan sesuai pada ketentuan

 

 

e.    Pengarsipan
  1. Arsip dokumen dari setiap pemohon SIM disimpan pada ruang arsip yang dilengkapi rak-rak  untuk menyimpan arsip secara tertib, teratur dan aman serta terindeks menurut nama pemilik SIM. Nomor Indeks Arsip terdapat juga pada record yang bersangkutan dalam komputer sehingga untuk mencari di mana arsip dokumen yang diperlukan dapat dilakukan melalui terminal komputer dengan memanggil / key NO.SIM.
  2. Sistem Informasi Data SIM menggunakan sistem komputerisasi yang on line antara SATPAS, Polda dan Korlantas Polri menggunakan VSAT/Satelit dan UPN-IP.