• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Polsek Pandawan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Rabu (28/11/2018) sekitar jam 22.30 wita.

Pelaku berinisial KRS (40) warga Desa Masiraan Rt. 001 /001 Kec. Pandawan Kab. Hulu Sungai Tengah. KRS ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Kemarin malam, anggota dari Polsek Pandawan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dan Polsek Jajaran dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polsek Pandawan melaksanakan giat patroli malam. Saat melintas di Desa Banua Hanyar Rt 08 / 03, petugas berhenti di sebuah warung dipinggir jalan untuk melakukan pemeriksaan.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan identitas dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan terhadap semua orang yang berada didalam warung tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas berhasil menemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau herder yang diselipkan pada pinggang sebelah kiri pelaku KRS.

Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Pandawan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau herder dengan panjang besi 14 cm, hulu terbuat dari kayu warna cokelat dengan panjang hulu 10 cm lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kulit warna cokelat” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.