• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

 

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Polsek Haruyan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Kamis (25/10/2018) sekitar jam 01.00 wita.

Pelaku berinisial JRM (26) warga Desa Bamban Utara RT. 03 RW. 04 Kec. Angkinang Kab. Hulu Sungai Selatan. JRM ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Kemarin malam, anggota dari Polsek Haruyan bersama dengan  Polsek Sungai Raya ( Polres HSS ) melaksanakan giat gabungan dan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dan Polsek Jajaran dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

 

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polsek Haruyan bersama dengan  Polsek Sungai Raya ( Polres HSS ) melaksanakan giat gabungan. Saat melintas di Jalan umum Desa Pengambau Hilir Luar Kec. Haruyan Kab. HST, petugas mencurigai seorang laki – laki yakni JRM dengan gerak – gerik yang mencurigakan.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan identitas dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas berhasil menemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk yang diselipkan dibagian perut depan pelaku JRM.

Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Haruyan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kayu warna hitam dengan panjang besi 14,5 cm, lebar besi 1,5 cm, panjang hulu 6 cm, dan panjang kompang 16 cm” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.