• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

hulusungaitengah.kalsel.polri.go.id, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Polsek Pandawan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Jum’at (4/1/2019) sekitar jam 15.30 wita.

Pelaku berinisial AD (30) warga Desa Jatuh Rt. 006/003 Kec. Pandawan Kab. Hulu Sungai Tengah. AD ditangkap petugas karena membawa senjata tajam ketika sedang terjadi penggerebekan di lokasi sabung ayam.

“Kemarin sore saat melakukan penggerebekan terhadap pelaku sabung ayam, anggota dari Polsek Pandawan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dan Polsek Jajaran dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat dan praktek perjudian di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polsek Pandawan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi perjudian sabung ayam di kebun Banua Padang Desa Jatuh Kec Pandawan. Menanggapi laporan masyarakat tersebut, petugas Kepolisian dari Polsek Pandawan segera mendatangi TKP.

Melihat kedatangan petugas, beberapa orang tersebut langsung kabur melarikan diri, namun petugas berhasil menangkap salah satu orang tersebut yang berada di lokasi sabung ayam.

Ketika dilakukan penggeledahan badan, petugas berhasil menemukan 1 (satu) bilah senjata tajam yang diselipkan di pinggang bagian pelaku pelaku. Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Pandawan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk dengan panjang besi 22 cm, dengan panjang hulu 10 cm lengkap dengan kompangnya warna cokelat” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.