• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di kabupaten Hulu Sungai Tengah, maka Polres Hulu Sungai Tengah memberantas segala bentuk penyakit masyarakat. Salah satunya yakni menangkap satu orang pelaku pembawa senjata tajam tanpa izin, Selasa (6/11/2018) sekitar jam 13.00 Wita.

Pelaku berinisial MK (45) warga Desa Mundar Rt. 005 Rw. 003 Kec. Labuan Amas Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah. Pelaku ditangkap petugas di SPBU Desa Kapuh Barikin Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kronologis penangkapan pelaku berawal pada saat anggota kepolisian dari Polres HST melaksanakan patroli di SPBU Desa Kapuh Barikin Kec. Haruyan Kab. Hulu Sungai Tengah. Disana petugas melihat gerak gerik seorang laki – laki yang mencurigakan. Petugas pun segera menghampiri lelaki tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat itu anggota Polres sedang melakukan patroli dan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap orang yang mencurigakan disekitar SPBU Desa Kapuh Barikin  Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap orang tersebut dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan. Dari hasil penggeledahan badan tersebut, petugas menemukan sebilah senjata tajam jenis pisau penusuk yang diselipkan pelaku di perut bagian depan.

Ketika ditanya oleh petugas tentang kepemilikan senjata tajam tersebut, pelaku tidak dapat menunjukan izin membawa senjata tajam dari pihak yang berwajib. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HST untuk proses hukum selanjutnya.

“Saat digeledah, pelaku berinisial MK kedapatan membawa senjata tajam jenis penusuk, yang selanjutnya dibawa ke Polres HST.” lanjut Sabana Atmojo.

“Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 ( satu ) bilah senjata tajam jenis pisau penusuk lengkap dengan kompang nya yang terbuat dari kayu warna coklat yang dililit dengan mengunakan lakban warna hitam dengan panjang hulu 9 (sembilan) cm, panjang besi 19 (sembilan belas) cm, dan panjang kompang 22 (dua puluh dua) cm”. ungkap Sabana Atmojo.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K M.H juga menghimbau kepada masyarakat jika keluar agar tidak membawa senjata tajam karena malanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UU. Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun.

 

Penulis          :      Muhammad Husaini

Editor            :      Guntur Wahyudi

Publish          :      Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres HST, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.