• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST terus meningkatkan kegiatan patroli di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Petugas dari Sat Sabhara Polres HST berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Kamis (4/10/2018) pukul 00.05 wita.

Pelaku berinisial BD (21) warga Desa Hulu Rasau Rt. 002/001 Kec. Pandawan Kab. Hulu Sungai Tengah. BD ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Kamis dini hari, anggota Sat Sabhara berhasil menangkap satu orang pemuda yang membawa senjata tajam jenis parang” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

Kronologis penangkapan pelaku berawal saat anggota Sat Sabhara Polres HST sedang melaksanakan kegiatan patroli dan ketika melintas di Desa Mandingin Barabai, petugas melihat gerak – gerik seorang pemuda yang mencurigakan dipinggir jalan.

“Saat itu anggota Polres HST sedang melakukan patroli dan melakukan penggeledahan serta pemeriksaan terhadap orang yang mencurigakan dipinggir jalan Desa Mandingin.” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

Petugas pun segera melakukan pemeriksaan terhadap pemuda tersebut yang saat itu sedang membawa sebuah tas ransel warna merah hati. Tidak lupa, petugas juga melanjutkan dengan penggeledahan badan serta barang bawaan. Hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan 2 (dua) bilah senjata tajam jenis mandau dan parang didalam tas ransel tersebut.

“Saat digeledah, pelaku kedapatan membawa senjata tajam jenis parang dan Mandau didalam tas ransel yang dibawanya, selanjutnya pelaku dibawa ke Polres HST untuk pemeriksaan lebih lanjut karena dilihat barang bawaannya, dicurigai pemuda tersebut tidak menutup kemungkinan akan melakukan suatu tindak pidana.” lanjut Sabana Atmojo.

Ketika ditanya oleh petugas tentang kepemilikan senjata tajam tersebut, pelaku tidak dapat menunjukan izin membawa senjata tajam dari pihak yang berwajib serta tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dari pelaku sehari – hari. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HST untuk proses hukum selanjutnya.

“Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis parang lengkap dengan kompang yang terbuat dari kayu warna hitam, panjang besi 39 cm dan lebar besi 3 cm serta 1 bilah senjata tajam jenis mandau lengkap dengan kompang yang terbuat dari kayu warna merah, panjang besi 33 cm dan lebar besi 3 cm,.” ungkap Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.