• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Bawa Keris, Warga Desa Haruyan Dayak Digelandang ke Polsek Batu Benawa

Diterbitkan oleh Humas Polres HST 12 Desember 2018 0 komentar

hulusungaitengah.kalsel.polri.go.id, Upaya pemberantasan penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah terus digiatkan, namun tetap saja masih ditemukan beberapa warga masyarakat yang terjaring dalam operasi pekat.

Seperti warga Desa Haruyan Dayak Kec. Hantakan Kab. Hulu Sungai Tengah yang tertangkap tangan oleh petugas dari Polisi Sektor Batu Benawa membawa senjata tajam, Selasa (11/12/2018) pukul 23.00 wita.

Saat itu pelaku sedang berada di sebuah warung malam di Desa Haliau Kec. Batu Benawa. Dengan berdalih sebagai benda pusaka, pelaku yang berinisial YT (40) menyelipkan senjata tajam jenis keris penusuk dibagian pinggang sebelah kiri. Ketika petugas menanyakan kelengkapan surat ijin yang sah tentang kepemilikan senjata tajam, pelaku hanya bisa terdiam.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti berupa keris lengkap dengan kompangnya berwarna coklat hitam dibawa ke Polsek Batu Benawa untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis keris dengan panjang besi 17,5 cm,  dengan panjang gagang 5,5 cm lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kayu warna cokelat hitam dengan panjang kompang 19 cm.” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K. M.H. ketika dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut.

Jika kita mencermati isi dari Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang menyatakan sebagai berikut :

“Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.”

 

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.