• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Bahaya Karhutla. . .

Diterbitkan oleh Humas Polres HST 26 Agustus 2020 0 komentar

Polda Kalsel Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menjaga situasi yang kondusif dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, maka Polsek Batang Alai Utara terus galarkan kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan himbauan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kegiatan kali ini dilaksanakan oleh Polsek Batang Alai Utara Desa binaannya Desa Birayang kec. Batang Alai Utara. Kab. Hulu Sungai Tengah, Rabu(26/08/2020) pukul 09.00 wita

Sesuai Dengan Kebijakan Kapolda Kalsel IRJEN POL Dr.Nico Afinta, S.I.K.,S.H.,M.H. yang Ke-5 (Lima) membantu kebijakan pemerintah diwilayah hukum polda kalsel agar dapat berjalan lancar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini, selain menghadirkan anggota Polri ditengah masyarakat juga kordinasi kepada pihak terkait juga penting dilakukan sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat. Namun juga berupa kegiatan pemasangan spanduk karhutla, Baliho dan membagikan maklumat Kapolda Kalsel tentang larangan membakar hutan dan lahan serta himbauan kepada masyarakat akan bahaya dari pembakaran hutan dan lahan.

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius pada sistem pernapasan. Di antaranya asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Namun, bahaya asap kebakaran hutan tidak berhenti sampai di situ. Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan bahan-bahan lain pada asap kebakaran hutan bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang bagi kesehatan.

1. Efek jangka pendek

Berikut adalah efek jangka pendek yang berisiko muncul akibat paparan asap kebakaran hutan:

  • Kesulitan untuk bernapas secara normal
  • Sesak napas atau napas terdengar nyaring
  • Iritasi pada tenggorokan dan paru
  • Batuk
  • Tenggorokan gatal
  • Hidung meler
  • Sinus mengalami iritasi
  • Iritasi mata
  • Sakit kepala

Pada kasus yang parah, dampak asap kebakaran hutan dapat menghambat pasokan oksigen menuju jantung. Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

2. Efek jangka panjang

Asap kebakaran hutan dapat bertahan lama sehingga menurunkan kualitas udara di wilayah sekitar bencana. Akibatnya, penduduk yang mendiami wilayah ini lebih berisiko mengalami efek jangka panjang karena menghirup asap kebakaran.

Gangguan kesehatan yang berisiko muncul di antaranya penyakit ginjal, diabetes, masalah kesuburan, dan peningkatan tekanan darah.

Beberapa penelitian juga menemukan adanya peningkatkan risiko gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer.

Himbauan ini dilakukan untuk mencegah agar tidak munculnya titik api dan menekan tingkat bahaya karhutla utamanya di provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu, bahaya membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar bisa merusak ekosistem, pencemaran udara, gangguan kesehatan dan juga ada sanksi hukuman pidana bagi masyarakat yang melakukan pembakaran hutan atau lahan.

Terkait kegiatan tersebut, Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto., S.I.K , melalui Kapolsek Batang Alai Utara Akp Antoni Silalahi, S.H. M. M mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat pada saat membuka lahan pertanian atau perkebunan tidak dengan cara dibakar karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan, akibat asap yang ditimbulkan dari pembakaran tersebut dan terlebih lagi akan terancam hukuman pidana” jelasnya.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Indra Maulana Akbar

Publish  : Indra Maulana Akbar

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Danang Widaryanto. S.I.K