• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

hulusungaitengah.kalsel.polri.go.id, Disaat warga kabupaten Hulu Sungai Tengah susah mendapatkan BBM jenis premium dan rela meantri lama untuk mendapakan bensin bersubsidi dari pemerintah ini, bahkan ada yang harus membeli bensin dienceran yang harganya tinggi karena stok di SPBU habis. Namun tidak hal nya dengan AD (47) warga Desa Walatung Rt. 004 Rw. 002 Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pelaku yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang ini harus berurusan dengan Unit Tipidter Polres HST karena tertangkap mengangkut BBM jenis premium dengan jumlah banyak di Jalan Surapati Desa Banua Jingah Kec. Barabai, Minggu (21/7/2019) pukul 10.30 Wita.

Bensin bersubsidi berjumlah 90 (sembilan puluh) liter yang dimasukkan pelaku kedalam 6 (enam) buah jerigen, diangkut mengunakan 1 (satu) buah gerobak yang terbuat dari kayu dengan ditarik sepeda motor merk suzuki thunder warna hitam dengan nomor polisi DA 4200 YA. Untuk proses penyidikan, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Hulu Sungai Tengah.

Tidak hanya pelaku AD, petugas juga menangkap 1 orang pelaku lainnya terkait pengangkutan BBM tanpa ijin. Pelaku berinisial SR (41) warga Desa Alat Rt. 001/001 Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

SR ditangkap petugas setelah laporan dari masyarakat bahwa di Jalan Umum Desa  Taras Padang Kecamatan Labuan Amas Selatan ada seorang lelaki yang sedang mengangkut BBM dalam jumlah banyak.

Diketahui pelaku SR mengangkut BBM jenis premium sebanyak 300 (dua ratus liter) yang dimasukkan ke dalam 16 buah jerigen dengan menggunakan gerobak yang terbuat dari besi yang terpasang pada 1 buah sepeda motor merk Suzuki Thunder warna biru DA 3936 EM.

Menurut Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H. penangkapan pelaku merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat terkait aksi para pelangsir BBM jenis premium yang mengangkut dalam jumlah banyak.

“Pelaku dapat dikenakan dengan pasal 53 huruf b UU No. 22 tahun 2001 karena melakukan pengangkutan BBM jenis Premium tanpa ijin dengan ancaman pidana kurungan paling lama 4 tahun.” tegas Kapolres HST Sabana Atmojo.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.