• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres Hulu Sungai Tengah, Angkutan semen dari PT Conch Souht Kalimantan Cement yang melintas di Kabupaten HST tidak sekedar melanggar angkutan saja, akan tetapi juga melanggar lintasan jalan yang dilaluinya yaitu melalui jalan kabupaten, padahal seharusnya melalui jalan Lingkar Walangsi-Kapar.

Hal ini yang menuai kritikan beberapa tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten HST. Armada yang mengangkut semen Conch ini memaksa untuk lewat ke jalan propinsi dan imbasnya masyarakat Desa Kapar Kec. Barabai mulai menutup jalan dan melakukan sweeping terhadap armada yang melintas di depan Stadion Murakata, Kamis (4/1/2018) sekitar jam 19.00 Wita.

Penutupan jalan oleh masyarakat Desa Kapar ini bermula saat armada yang mengangkut Semen Conch masuk lewat jalan utama/ propinsi dan tidak masuk melalui jalan lingkar sebelum simpang kapar kemudian tembus ke simpang walangsi.
Sebelumnya para masyarakat Desa Kapar mendapatkan upah dari menurunkan dan menaikan semen conch yang dpindahkan ke dump truck. Namun dengan melintasnya armada semen conch tanpa melalui jalan lingkar, maka armada tersebut tidak melakukan bongkar muat barang untuk dipindahkan ke dump truck.

Akibatnya masyarakat desa Kapar merasa dirugikan karena sebelumnya mendapatkan upah hasil dari menurunkan dan menaikan semen conch. Kemudian warga desa Kapar mendatangi pos DLLAJ yang ada di depan stadion Murakata desa Mandingin. Masyarakat melaporkan perihal armada Semen Conch yang tidak melintasi jalan lingkar kepada petugas DLLAJ yang berada di pos, namun tidak ada respon dari petugas DLLAJ. Warga pun kecewa dan melampiaskan dengan menutup jalan depan stadion Murakata.

Melihat aksi penutupan jalan oleh warga tersebut yang mengakibatkan kemacetan yang parah di sekitar depan stadion Murakata, maka petugas DLLAJ segera menghubungi Polres HST. Petugas dari Polres HST yang terdiri dari Unit Patwal Sat Lantas dan Unit Turjawali Sat Sabbhara yang diback up Unit Resmob langsung meluncur ke TKP.

Setibanya di lokasi, petugas dari Polres HST melakukan koordinasi dengan petugas DLLAJ dan warga desa Kapar. Dari hasil koordinasi tersebut didapat kesepakatan agar mobil yang pengangkut semen diarahkan putar arah kembali ke simpang Kapar selanjutnya masuk jalan lingkar untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Arus lalu lintas dapat dipulihkan kembali oleh Unit Patwal dan Unit Turjawali Polres HST, sedangkan masyarakat mulai membubarkan diri.

Terkait permasalahan tersebut, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K, M.H. melalui Kasat Lantas AKP Sukriyono, S.H. mengatakan bahwa, “Armada Semen Conch yang melintasi jalan nasional di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengganggu kelancaran lalu lintas khususnya warga Hulu Sungai Tengah dan pengguna jalan lintas Tanjung – Banjarmasin, selain itu karena ulah angkutan semen dengan kendaraan besar seperti trailer dan tronton tersebut membuat kondisi jalan rusak parah dan dibutuhkan pembenahan. Makanya ada jalur khusus untuk mereka lalui yaitu harus lewat Jalan Lingkar Kapar-Walangsi” jelasnya.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres HST, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres HST, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H., Sabana Atmojo.