• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Unit Buser Polres HST berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Jum’at (6/4/2018) sekitar jam 16.00 wita.

Pelaku berinisial RM (39) warga Desa Tembok Bahalang Rt. 005/003  Kec. Batang Alai Selatan Kab. HST. RM ditangkap petugas dari Polres HST karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Tadi malam di Desa Ilung, Unit Buser berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana.

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polres HST mendapat laporan dari masyarakat bahwa di Desa Ilung Kec. Batang Alai Utara akan terjadi perkelahian. Menanggapi laporan tersebut anggota buser langsung menuju tkp di Desa Ilung atau lebih tepatnya lagi di halaman sebuah warung. Setibanya di tempat kejadian perkara, anggota buser langsung menangkap satu orang laki- laki berinisial RM dan ketika dilakukan penggeledah badan

Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, ditemukan 1 bilah senjata tajam jenis parang yang diselipkan di pinggang sebelah kiri pelaku. Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres HST untuk proses hukum selanjutnya.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti satu bilah senjata tajam jenis parang dengan panjang besi 40,5 cm lebar besi 4 cm, hulu terbuat dari kayu warna cokelat dengan panjang 13,5 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kayu warna merah dengan panjang 44 cm” jelas Sabana.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melalkukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres HST, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.