• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Razia Pekat, Polres HST Tangkap Pelaku Membawa Sajam

Diterbitkan oleh Humas Polres HST 17 Februari 2018 0 komentar

Polres hulu sungai tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Giat pekat Polres HST berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Sabtu (17/2/2018) sekitar jam 00.30 wita.

Pelaku berinisial MU (24) warga Desa Kambat Utara Rt. 01/01 Kec. Pandawan Kab. HST. MU ditangkap petugas dari Polres HST karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Hasil razia penyakit masyarakat tadi malam, berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan razia pekat akan kami terus tingkatkan karena merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana.

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polres HST sedang melaksanakan giat cipta kondisi dalam rangka Hari Raya Imlek di sekitar Pasar Terminal Keramat Barabai Kec. Barabai Kab. HST pada tengah malam. Saat melaksanakan giat, petugas mendapati pelaku disekitar pasar dan dilakukan pemeriksaan serta penggeledahan terhadap pelaku.

Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, ditemukan 1 bilah senjata tajam jenis penusuk yang diselipkan pelaku dipinggang sebelah kanan. Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres HST untuk proses hukum selanjutnya.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk dengan panjang besi 20 cm lebar besi 2 cm, hulu terbuat dari kayu warna hitam dengan panjang 7 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kayu warna hitam dengan panjang 24 cm” jelas Sabana.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) UU. Darurat No. 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres HST, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.