• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Rakor Antisipasi Konflik Sosial Kab. HST dan Kab. HSS

Diterbitkan oleh Humas Polres HST 9 Agustus 2017 0 komentar

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di kabupaten Hulu Sungai Tengah khususnya konflik sosial yang sering terjadi didaerah rawa akibat perebutan wilayah saat menangkap ikan maka, unsur muspika Labuan Amas Utara dan Kandangan serta unsur terkait menggelar rapat koordinasi. Rapat ini bertujuan untuk memecahkan akar permasalahan sehingga kedepannya tidak akan meluas. Kegiatan tersebut digelar di aula kantor camat LAU pada Rabu (9/8/2017) sekitar jam 14.45 wita. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan HST, Kabid Tangkap Perikanan Kab. HST, Camat LAU, Camat Kandangan, Kapolsek LAU, Kapolsek Kandangan, Danramil LAU, Danramil Kandangan, perwakilan Pol Air Kandangan, Perwakilan Pol Air Pandawan, Pembekal Pahalatan, Pembekal Mantaas, Pembekal Samhurang dan tamu undangan lainnya berjumlah 20 orang.

Adapun penyampaian dalam rapat tersebut :

1. Camat Lau
– Penyampaian sosialisasi oleh Bupati Hst dan Forkumpinda
– poin utama agar menghentikan penyetruman dalam mencari ikan
– Tanggal 4 Agustus 2017, masyarakat Desa mantaas menyerahkan alat setrum dengan sukarela
– Tanggal 7 agustus 2017, masyarakat di Kec. Pandawan menyerahkan alat setrum
– Tanggal 8 maret 2017, disepakati bahwa danau bangkau adalah zona bebas dan agar dikelola bersama dengan mengacu peraturan yang ada.
– Pada akhir bulan agustus 2017 masyarakat Desa Mantaas dan Desa Pahalatan akan melaksanakan bakompian / pembalatan di danau bangkau.

2. Kepala Dinas Perikanan HST
– Menindak lanjuti pertemuan di Desa Rantau Bujur dengan instansi terkait.
– Melaksanakan pengawasan danau dengan Pol Air.
– Yang lebih tahu permasalahan Desa adalah pembekal, kalau ada warganya yang berlaku kurang baik, silahkan ditegur.

3. Pembekal Mantaas
– Jumlah warga yang menyetrum kurang lebih 75 % dan setelah dilaksanakan sosialisasi turun 20 %.
– Pembekal tidak bisa mengendalikan warga secara keseluruhan
– Pembekal mendukung pelaksanaan patroli di sekitar danau bangkau
– Penyanderaan Kapolsek Daha Utara antara desa Mantaas dan Paharangan, yang melakukan bukan masyarakat Desa Mantaas.
– Pembekal akan mencari / membantu pencarian senpi rakitan.
– Pembekal berjanji meminimalisir penggunaan alat setrum.

4. Pembekal Pahalatan
– Menindak lanjuti perjanjian tentang tidak boleh lagi ke danau mulai pukul 18.00 wita agar diberikan kelunakan waktu.
– Warga desa pahalatan menghendaki adanya pekumpaian
– Siap mengatasi penyetruman

5. Pembekal Samhurang
– Jenis ikan apa saja yang boleh dan tidak boleh ditangkap
– Memberikan apresiasi terhadap patroli bersama antara Kab. HSTdan Kab. HSS.

6. Pembekal Perumahan
– Pelaku melakukan penyetruman mulai jam 02.00 s/d 05.00 wita sehingga hanya membutuhkan 3 jam.
– Target utama penyetruman dilaksanakan pada malam jumat karena pada saat itu masyarakat tidak ada melaksanakan aktifitas di danau.
– Pelaku penyetruman dalam satu jukung ada yang membawa senpi rakitan ( dumdum) sebanyak 3 pucuk.
– Pelaku penyetruman sebelum melaksanakan aksinya selalu memantau situasi dengan cara singgah di warung – warung masyarakat.

 

Tanggapan
Camat kandangan Kab. HSS
– Masyarakat bangkau tidak melaksanakan bekupumpai / pembalatan di danau bangkau.
– Saat ini ada yang sudah memasang bakumpai / pembalatan adalah warga luar desa bangkau.
– Pemasangan ringgi dan melunta/ jala tidak dipermasahkan.
– Terkait penangkapan ikan yang ada di danau bangkau oleh masyarakat bangkau mulai pada pukul 18.00 wita dan akan diambil kembali setelah shalat subuh.

Kapolsek LAU
– Agar dinas perikanan Kab. HST melaksanakan koordinasi dengan dinas perikanan Kab. HSS dan Kab. HSU terkait dengan permasalahan penyetruman ikan yang dilakukan oleh warga masyarakat.
– Camat Kandangan agar berkoordinasi dan melaksanakan sosialisasi larangan penyetruman kepada Camat Angkinang, Daha Utara dan Daha Selatan Kab. HSS. Sedangkan Camat LAU melaksanakan koordinasi dengan Camat Pandawan, LAS dan Haruyan Kab. HST
– Semua permasalahan yang disampaikan dalam rapat agar segera ditindak lanjuti oleh masing – masing instansi dan kecamatan agar situasi tidak berkembang.

Dasar hasil rapat tersebut dapat disimpulkan bahwa :
– Memberikan kesempatan kepada warga yang telah menyerahkan alat setrum untuk mencari ikan dengan alat yang ramah lingkungan/ alat tradisional.
– Menangkap ikan tidak boleh di zona inti danau bangkau.
– Rencana masyarakat desa Mantaas dan Pahalatan akan melaksanakan pekumpaian/ pembalatan di akhir bulan Agustus 2017
– Untuk kesepakatan tidak menangkap ikan dari jam 18.00 wita tetap disepakati bersama. (Hu)