• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Polres hulu sungai tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Polres HST menggelar giat operasi pekat dan berhasil menangkap 1 orang yang membawa senjata tajam, Minggu (10/12/2017) sekitar jam 22.30 Wita.

Pelaku berinisial RPS (25) warga desa Sumanggi Seberang Rt. 003 Rw. 002 Kec. Batang Alai Utara Kab. Hulu Sungai Tengah. RPS ditangkap petugas karena membawa senjata tajam jenis pisau penusuk lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kayu warna coklat dengan panjang besi 20,5 cm, lebar besi 2,2 cm dan panjang hulu 9,5 cm.

Penangkapan pelaku berawal saat anggota Polres HST melaksanakan operasi pekat dan saat melintas di Jalan Raya Ilung Kec. Batang Alai Utara Kab. Hulu Sungai Tengah ( tepatnya di sebuah warung malam ), petugas pun berhenti. Di salah satu warung tersebut, petugas melihat seseorang yang sedang duduk di warung berdiri dan membuang senjata tajam yang dibawanya ke bawah meja. Petugas pun mendatangi orang tersebut dan saat ditanya tentang ijin atas kepemilikan senjata tajam tersebut, pelaku tidak bisa menunjukkannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HST guna penyidikan lebih lanjut.

Selain pelaku yang membawa senjata tajam, petugas juga mengamankan 1 orang tanpa KTP dan 2 unit sepeda motor tanpa dilengkapi surat menyurat. Untuk orang yang tidak bisa menunjukkan KTP atau identitas didata dan diberi pengarahan serta penyuluhan di Polres HST sebelum dijemput oleh keluarganya. Sedangkan barang bukti sepeda motor boleh diambil oleh pemiliknya dengan menunjukkan STNK dan BPKB sebagai bukti kepemilikan sah sepeda motor tersebut.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Ismat Wahyudi membenarkan penangkapan itu, “Pelaku akan kami jerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang – undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” ungkapnya.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres HST, Polres Hulu Sungai Tengah, Polres HSS, Polres Hulu Sungai Selatan, Polres Kotabaru, Kapolres Kotabaru.