• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Tribratanews.polri.go.id, Polres Hulu Sungai Tengah – Halaman DPRD HST seketika dipadati dengan Masyarakat yang menyampaikan orasinya yang di koordinir oleh gabungan beberapa LSM, Senin (24/7/2017 ) Pukul 09.45 wita.

Unjuk rasa damai oleh Gabungan beberapa LSM ini yang dikordinir LSM GEMPPUR an. M. Edwan Ansari, S.P.d.I sebagai ketua Koordinator dan dikawal ketat personel Polres HST.

Dalam kegiatan ujuk rasa ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh GEMPPUR antara lain :
1. Masyarakat Hulu Sungai Tengah mendukung sepenuhnya paket ekonomi penanaman modal asing (PMA) di Indonesia Sepanjang mengikuti aturan perundang undangan dan menghormati budaya dan kearifan lokal setempat.
2. Masyarakat Hulu Sungai Tengah menolak angkutan semen conch melintas di jalan umum nasional, kabupaten, desa yang melebihi Batas kapasitas jalan sesuai PP 79 2013.
3. Menuntut aparat Kepolisian agar bertindak setegas tegasnya sesuai PP 79 Tahun 2013 (Jonto UU LLAJ nomor 22 Tahun 2009).
4. Meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang rusak dengan kualitas jalan terbaik (agar tidak ada lagi alasan kerusakan jalan akibat kurangnya kualitas aspal)
5. Menuntut Gubernur Kalimantan Selatan untuk segera membuat jembatan timbang dan agar konsisten menegakkan perda nomor 3 tahun 2012.
6. Menuntut PT Conch segera membuat jalan khusus/pribadi sesuai dengan Rekomendasi DPRD Kalimantan Selatan dalam LKPJ Gubernur Kalimantan Selatan 2017.
7. Meminta Kepada DPRD Hulu Sungai Tengah untuk segera menyikapi, menindak lanjuti, tuntutan GEMPPUR ini menjadi sebuah keputusan DPRD Hulu Sungai Tengah melalui Rapat Paripurna.
Setelah membacakan tuntutan dalam orasinya, Massa melakukan Penandatanganan kepada masyarakat yang menolak terkait adanya Angkutan PT. Semen Conch.

Setelah kegiatan orasi di depan kantor DPRD kab. HST Perwakilan Unjuk rasa yang berjumlah 30 orang memasuk ke kantor DPRD kab. HST menegaskan kembali terhadadap tuntutan yang dibacakan tadi, sementara massa yang lain masih menunggu Di depan DPRD yang dijaga Anggota Polres HST.
Adapun perkiraan jumlah massa yg hadir:
1. Pemuda Panca Marga 30 orang,
2. Banser Ansor 40 orang,
3. Pemadam kebakaran kramat 30 orang,
4. Orari Barabai 20 orang,
5. LSM ASPRAJA 30 orang,
6 RBM 20 orang,
7. PMII 20 orang
8. ditambah masyarakat sekitar 250 lebih orang jadi total massa di perkirakan 500 orang.

Sebanyak 327 Personel yang dilibatkan dalam mengamankan demo tersebut, Kegiatan unjuk rasa damai berakhir pukul 11.15 wita berjalan situasi aman dan terkendali

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Mugi Sekar Jaya S. Sos, S.I.K melalui Kabag Ops Kompol Ukkas M. Kitta, S.H menerangkan “syukur alhamdulillah selama berjalannya kegiatan demo berjalan aman dan lancar,” tegasnya.