• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Anggota Polsek BAS Tangkap Pelaku Sajam

Diterbitkan oleh Humas Polres HST 23 April 2018 0 komentar

Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Polsek Batang Alai Selatan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Minggu (22/4/2018) sekitar jam 22.00 wita.

Pelaku berinisial MS (29) warga Desa Anduhum Kec. Batang Alai Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah. MS ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Tadi malam, anggota dari Polsek Batang Alai Selatan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dan Polsek Jajaran dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polsek Batang Alai Selatan melaksanakan giat patroli. Saat melintas di desa Birayang Surapati, petugas melihat seorang laki – laki dengan gerak gerik mencurigakan didekat jembatan.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan identitas dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan terhadap orang tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas berhasil menemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau yang diselipkan dipinggang pelaku.

Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Batang Alai Selatan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau dengan panjang besi 15,5 cm, hulu terbuat dari kayu warna hitam dengan panjang 9,5 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kertas” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis  : Muhammad Husaini

Editor    : Guntur Wahyudi

Publish  : Guntur Wahyudi

Tagline, Polda Kalsel, Polres Hulu Sungai Tengah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.